Tentang Aku dan Raja Tamanku



Senja ku hari ini nampaknya cukup cerah namun lumayan berangin. Terduduk aku di bangku kayu coklat klasik favorit ku... dan menikmati bon-bon karamel yang ku beli dari toko favoritku... dan.. emmm melamunkan dirimu,yang juga favorit ku.. entah hanya perasaan ku saja atau bagaimana... bon-bon ini lebih manis dari biasanya. Andai kau tau...
Suatu pagi bulan lalu kau menyapa ku dengan senyum misterius mu itu,ya,seperti biasa. Dan jika ku ambil pena ,ku gambar senyummu,dan kutunjukan itu padamu ... mungkin kau akan terheran-heran dengan ketepatan ku menggambarkannya. Sayang saat itu aku hanya membawa secarik kertas berisi daftar belanjaan bulanan.. haahhh...andai kau tau bahwa tangan ini selalu mampu melukiskan apa yang aku cinta...
Cinta, bicara soal cinta aku memang cinta kau,hahahaha.. namun,keakuratan ku dalam menebak tidak seakurat tangan ku yang bisa berbicara ini....
Hey daun.... maukah kau mendengarkan keluh kesahku? Tentang pria berjaket biru dongker itu? Terima kasih.., Baiklah aku akan mulai berbicara....
Pertemuan kami yang amat tak menarik itu dimulai dari suatu siang yang cerah namun berangin seperti hari ini.Saat itu diriku sedang sama sekali tak tertarik dengan suasana kelas ku.. ,satu ketertarikan ku adalah pada bunga kecil berwarna ungu yang tumbuh diantara semak hijau, indah kubilang,tapi terlihat kesepian,kuputuskan untuk meninggalkan kelas ku dan memilih untuk duduk menemani si bunga kecil..kita bukan hanya berdua saat itu,tapi bertiga... di temani si kumbang angkuh yang rupanya sama tertariknya pada si bunga kecil. Tapi,mana kutau kalau ternyata bukan hanya ada aku,si bunga kecil,dan si kumbang angkuh di taman itu, Kita rupanya berempat, dengan kau... pria tinggi kurus berkulit pucat namun berseri,berambut sewarna batu kali namun berkilau bak air suling,dan memakai jaket biru dongker yang sepertinya amat disukaimu.
Lelaki itu rupanya tertarik pada sesuatu dan aku yakin itu aku... ah,apa aku terlalu percaya diri? Ah tidak,terbukti kau mendekati ku dengan langkah mu yang seakan memerintahku untuk tetap diam. Kau bilang “hello little girl,what are you doing in this place?” dengan suara mu yang menggema di rongga telingaku..
Aku mencoba untuk berusaha tak tertarik tapi kuyakin wajahku menampakkan kebalikannya... apa kah ini yang dinamakan fallin in love at the first sight? Yang jelas... hatiku tak bisa berbohong. Andai kau tau,ya andai kau tau...
Kurasakan syaraf mataku bergetar halus...beriak...,ah memalukan sekali jika kau mengerti arti tatapan ku itu. Kaget juga diriku mengingat kejadian kita yang pertama ini,karena saat itu kubilang,,, “aku gak tau siapa kamu,but i get the felling that you are different with other people,but same with me... aku suka kamu”
“I love u too little princess...” menampakkan senyum misterius mu yang seakan berbicara “i really-meant it ,believe me that I love u too”
Kamu mengacak rambutku dan beranjak pergi ke sisi taman yang lain lalu menjauh..,Terpesona aku,ikut beranjak namun telat seberapa menit... hingga tinggal rambutku yang diacak-acak angin yang sepertinya tak ingin kalah merajai ku.
Hahh... lelaki itu,perlukah ku sebutkan namanya disini sekarang? Ah, sepertinya takan ada yang penasaran. Jadi tak perlu kusebutkan.
Setiap saat yang kami punya,hanya kami habiskan dengan menemani bunga,merasai angin,menghitung jenis batu,meremas daun kering,meniup bunga kapas,menyentuh air kolam berlumut dengan ujung jempol kaki kami,dan bahkan bercakap dengan si kumbang angkuh dan bercanda tawa dengan si puss hitam. Tiada yang lebih menyenangkan daripada ini
Kau dan aku memang sudah dekat favoritku...,tapi aku masih belum bisa menebak apa sebenarnya yang kau rasa terhadap gadis kecilmu ini...,kau anggap apa putri kecilmu ini... teman?kawan?sahabat?atau adik? Atau......?
Lama ku tak bisa menebak ikatan antara aku dan kau,dan rupanya Tuhan tak memberikan ku kesempatan untuk menebak lagi...
Karena sejak suatu pagi bulan lalu itu aku tak pernah lagi melihat dirimu....
Kemana kau Raja tamanku?
Kuharap kau baik saja di dunia baru mu...
Andai kau tau,bahwa aku disini tak ada kawan,hanya bisa berbicara pada selembar daun kering yang jatuh diatas rambutnya...
Hahhh menyedihkan...
Kuharap kau tau.ya,kuharap kau tau,hanya perlu tau,dan memberi tau ku...lewat apa saja,bahkan lewat bayang semu mu.





Salam telapak kaki kucing si puss hitam
Aku yang menginginkan favoritku


Original by :Catkey D.H



Komentar

Paling banyak dibaca 🐞