Bernafas Dalam Tabung
Tetap.
Masih di Andromeda yang menggapai Bimasakti.
Mencari cincin Sang Neptunus.
Membuang batu kerikil Venus.
Karena susah keringat bagiku…
Tetap.
Masih di tempat seribu duka ditanam.
Sejuta tangis kulampaui.
Karena sepi suara…
Masih dimensi abstrak,menyeruak.
Mungkin hitam putih.
Ataukah mozaik kaki-kaki dan tangannya.
Karena buta mataku…
Tetap.
Bernafas dalam tabung,
Bukan dalam air
Karena mata airnya mencurat masuk ke bibir mereka.
Beda,bukan manis.
Berbau asin ! Ya, asin !
Sumpak ! Muak ! Apak !
Lalu siapakah aku.
Sepotong daging bersih dari surga.
Yang bernafas dalam tabung.
Original by: Catkey D.H



Komentar
Posting Komentar