Aku Si Penyuka Permen
Aku adalah gadis yang sangat menyukai permen,jika kau
menanyakan berapa banyak jenis permen yang pernah kucicip dan kunikmati,ku kan
jawab “Ratusan”
Dari permen kacang berbalut coklat warna warni mencolok yang
disebut permen cicak,sampai Turkish Delight yang dimakan si Edmund di dunia
Narnia..... ya,mau bagaimana lagi,aku sangat menyukai permen tapi anehnya tidak
semua yang manis aku suka,kue aku tak begitu suka, bolu aku tak begitu
suka,cookies aku juga tak begitu suka.hanya permen dan si anak laki-laki
bermata luar biasa,ya.....benar.
Kesukaan ku pada permen berawal ketika usia ku masih tujuh tahun..
di taman hiburan yang ramainya minta ampun...,sesak sampai oksigen rasanya
hanya 20 persen dari 100 persen. Udara dipenuhi asap mesin dari Halilintar,
bianglala , dan ombak banyu. Dipenuhi aroma-aroma menyenangkan seperti aroma
harum manis,kue semprong,masakan gurih dari tenda tenda penjual makanan.
Dipenuhi aroma tidak menyenangkan seperti rokok,ketiak, dan alkohol.
Tapi ada satu aroma yang berhasil membuat indra-indra ku
tergugah,syaraf-syaraf ku membuka,detak jantungku pun berdetak lembut dengan
lebih cepat... Aroma itu rasanya paling manis dan paling menyenangkan,jauh
melampaui aroma harum manis,atau aroma badan bunda ku.
Hidungku bergerak-gerak seperti bayi kucing yang mengendus
kedatangan induknya.. mengedut satu,dua,tiga,empat dan bahkan ratusan kali
mencari sumber aroma itu.
Ah,hati senang bagai terjun meluncur dari pelangi ke awan
empuk. I found that smell......in that colourfull tend ! Hupla... dengan
beberapa loncatan kemenangan aku sampai pada tirai tenda bercorak seperti badut
itu, ketika masuk, mataku silau,terlalu banyak lampu berpendar-pendar,ku
kerjapkan mata ini,dan membuka nya lagi sampai aku terbiasa dengan kilaunya... saat
ku buka mata,yang kutangkap adalah, wajah anak laki-laki kecil berambut sebahu
dengan mata coklat berkilat yang luar biasa indah dan berisi keingin tahuan
yang begitu besar...
“Hey teman,,, ingin beberapa permen?”
Aku mengangguk,kulihat sekeliling,banyak anak kecil lain
seusiaku di tempat itu sedang memandang dan meneliti kotak-kotak dan
tabung-tabung kaca penuh aneka ragam permen... berbentuk spiral,bulat
pipih,bulat bulan purnama,,bulan sepotong,persegi,elips,bunga,persegi
panjang,segi lima,segi enam,segi delapan dan lainnya yang tak sempat kuingat..
warna nya pun sangat beragam seperti halnya tenda,dan baju si anak laki-laki
bermata luar biasa itu...seperti badut,hihi tapi anak itu adalah badut yang
paling tampan tentu saja..
Udara di dalam tenda begitu hangat,beda dengan di luar,jadi
kuputuskan untuk membuka satu kancing besar sweater wol pink pucat ku,dan
upss... rupanya kancing itu sudah kendur,kancing nya lepas tergelincir dari
jari-jemariku yang mungil... menggelinding tanpa hambatan ke sepatu anak
laki-laki bermata luar biasa.
Dia mengambilkannya untukku,sambil berkata dengan lancarnya
“bentuk kancing ini mengingatkan ku pada produk baru ku..... bentuknya mirip
sekali cuman warna nya lebih merah jambu,rasanya juga enak,dari lemak susu sapi
gurih manis dengan serpihan buah berry kering didalamnya,kamu mau coba?
Harganya hanya 2000 rupiah satu kantong isi 14 butir,aku tambah deh jadi 17
butir sama seperti tanggal hari ini,karena 17 angka kesukaan ku,bagaimana? ”
Aku anggukan kepala ku dengan ragu-ragu,masih terkesima
dengan kecepatan mulutnya berbicara,aku merasa aneh dan tak mungkin bisa
seperti itu,mengingat aku cukup pendiam dan tenang.
Dia berjalan dengan santai di permadani hijau berbulu yang
menjadi alas tenda,baru beberapa langkah,ia memalingkan wajahnya padaku yang
baru saja mau melepas pandangan beralih ke kotak penuh serbuk kristal manis
aneka warna. Ia berkata sembari sedikit berbisik “Hey jangan bilang-bilang
ibuku kalau aku memberi permen tambahan pada pengunjung... hihi” ia melempar
senyum jahil nan menggemaskan.
Kulihat beberapa anak sampai meneteskan air liur ke
permadani hijau berbulu itu,menunggu pesanan nya beres dibungkus oleh seorang
ibu muda cantik dan bermata sayu namun cukup berbinar.. itu pasti nyonya
pemilik tenda..ibu dari si anak laki laki.
“Ehem.... ini barang nya... ”
Terkesiap aku,kuambil bungkusan kotak yang seperti kantung
belanja dari kertas namun ukurannya lebih mungil.. ku genggam erat-erat dan
kutukar dengan uang. Ku buka rekatan selotip nya dan kuambil satu buah,sungguh
menawan tampilannya...ya,memang mirip,sungguh mirip kancing ku.
Kubuka mulut,namun anak laki laki itu menahan gerak tangan
ku, “berikan permennya padaku dan pejamkan matamu,rasanya akan lebih
menyenangkan ” aku nurut saja ku pejamkan mataku dan mengikuti aba-abanya untuk
membuka mulut dan ia memasukan permen itu ke mulutku..
Ah,rasa yang benar-benar tak bisa ku utarakan,ada perasaan
hangat yang amat nyaman di seluruh darahku,dan yang jelas permen itu adalah
permen pertama yang aku makan dan rasanya benar benar menakjubkan,luar
biasa,dan tak masuk diakal,, sungguh lezat.
“Haaaa..... enak banget...” seruku gembira...
“benarkah...? berarti produk ini berhasil,itu resepku
sendiri,mudah-mudahan ibuku senang mendengar ini...” dia membalas dengan
tatapan dan seruan yang jauh lebih antusias. Dia berlari sambil melambaikan
tangan nya padaku dan menghampiri ibunya.
****
Petang itu aku pulang dengan rasa puas sambil menikmati
sensasi menyenangkan dilidahku.
Aku jadi hobi sekali pergi ke tenda badut itu,berbekal uang
2000 sampai 3000 sudah bisa mengantongi banyak permen,
-
hari kedua aku membeli permen berbentuk tongkat
dengan lapisan asam di luarnya dan kutau siapa nama si anak laki-laki bermata
luar biasa itu “Raphael” namanya.
-
Hari ke tiga aku membeli permen berbentuk
trapesium bergambar ikan warna-warni dan kutau bahwa dia hanya tinggal dengan
ibunya karena ayahnya sedang melaut.
-
Hari ke empat aku membeli permen berbentuk bulat
pipih berwarna vermillon dengan rasa mangga segar dan kutau bahwa dia akan
tinggal menetap di komplek yang sama dengan ku dan bersekolah di sekolah yang
sama denganku.
-
Hari ke lima aku membeli permen lunak berbentuk
kelinci dan kutau kalau dia anak yang menyenangkan.
-
Hari ke enam aku membeli permen bening berisi
buah kismis dan kutau kalau dia anak yang begitu sangat sangat menyenangkan.
-
Hari ke
tujuh aku diberi permen gratis olehnya,permen yang sama saat aku membeli permen
namun rasanya lebih sempurna dan hari itu kita berjanji untuk saling menjaga.
****
Dan 10 tahun kemudian tepat di tanggal 17 april,jam 17.00 di
dapur nya yang harum aroma gula, Raphael memberiku permen dingin berbentuk hati
dan menyuruh ku untuk menghabiskan nya saat itu juga, rasanya lembut,manis nya
pas,dan harum vanilla. Ada sesuatu yang kutau bukan permen didalamnya, sesuatu
yang keras, ku mengernyit pada Raphael... dia tersenyum “jangan ditelan,ambilah
dan pakailah semoga kamu senang,” kuambil dengan anggun,dan itu sebuah cincin
yang amat cantik... dengan keheranan aku menatap raphael... “kuharap kau mau
terus mendampingi ku seperti saat ini... memiliki seseorang yang menemani ku
meracik permen sungguh membuat ku bahagia... Can You be my girl Velocyta?”
Aku mengangguk, dan dia memelukku dengan lembut kurasakan
dan kuhirup kuat-kuat aroma yang harum dari tubuh nya,aroma coklat,vanila,dan
gula. Menyenangkan sekali..
Saat menulis kisahku ini,aku sedang membantu kekasih ku
Raphael di dapur tokonya dan membantunya melelehkan coklat putih...dan
memotong-motong buah kering.
Oh,sepertinya aku harus merevisi judul cerita ini
menjadi
”Aku dan Dia Si Penyuka Permen” ya,sepertinya itu lebih bagus...
Tunggu....
raphael memanggilku.. pasti minta dibuatkan coklat panas,sampai jumpa.
Original by : Catkey D.H
Original by : Catkey D.H



Komentar
Posting Komentar